Ini Titik Lemah Liverpool yang Menyebabkan Kalah dari Manchester City
KOPITES.NET
– Catatan tak terkalahkan Liverpool terhenti di pekan ke-21. Klub kaya raya sekaligus penantang gelar musim ini, Manchester City menjadi aktor pemutus catatan gemilang yang diraih Liverpool
selama separuh musim lebih.
Secara
kualitas permainan, Liverpool sebenarnya cukup bisa mengimbangi The Citizen. Peluang
emas Sadio Mane di babak pertama, nyaris membuka kran gol bagi The Reds. Sayang, Liverpool harus kebobolan lebih dulu melalui sepakan keras Kun Aguero (40’).
Pada babak
kedua, Liverpool berusaha untuk tampil menyerang dan menguasai lini tengah. Masuknya
Fabinho di babak kedua mengubah gaya bermain Liverpool. The Reds, berhasil
meyamakan kedudukan melalui tandukan Roberto Firmino (64’).
Keasikan menyerang membuat lini pertahanan Liverpool lengah. Lorey Sane,
menjadi aktor kekalahan Liverpool malam tadi. Ada beberapa
faktor kenapa Liverpool kalah dari Manchester City malam tadi
Melawan tim dengan gaya bermain atraktif seperti Manchester City, Liverpool butuh pemain-pemain bertenaga. Selain bertenaga,
mereka wajib memiliki kreativitas tinggi.
Agak
mengejutkan ketika Jurgen Klopp memainkan Jordan Hendrson, James Milner dan Wijnaldum
di lini tengah. Apalagi, Milner sempat absen dibeberapa laga krusial akhir
tahun akibat cedera.
Keberadaan pemain
dengan naluri bertahan memang diharapkan mampu meredam serangan-serangan dari awak
Manchester Biru yang gawangi Silva, Sterling dan Sane.
Di menit-menit awal, skema tersebut sepertinya akan sukses. Namun seiring tekanan dan fisik yang terkuras, lini tengah Liverpool kerap ditembus David Silva cs.
Pada laga kemarin, Klopp kehilangan pemain yang
berperan mengalirkan bola kepada para penyerang Liverpool. Tak ada pemain bertipe nomor 8 yang mampu mengendalikan lini tengah Liverpool.
Maka tak
heran, sepanjang pertandingan Firmino dan Salah kerap kali menjemput bola dan membantu menentukan arah permainan. Al hasil,
dengan tensi permainan yang cukup tunggu sangat terlihat jelas mereka kehabisa
nafas beberapa menit setelah babak kedua berlangsung.
Kapten
Henderson pun tak banyak memberikan dampak kepada pada daya dobrak dan lini
pertahan Liverpool. Kerap kali sang kapten gagal dalam melakukan intersep dan lebih
sering memainkan bola backpass.
Pada laga
kemarin, kehadiran Fabinho dan Naby Keita sebenarnya lebih dibutuhkan untuk
mengimbangi kreativitas lini tengah City sebab nyatanya Hendo dan Milner tidak
cukup efektif.
Lovren Kembali Labil
Dejan
Lovren menjadi titik lemah pertahanan Liverpool selama ini. kehadiran Virgil
Van Dijk, memang menutupi kecerobohan yang kerap dibuat oleh pemain asal
Kroasia tersebut.
Build-up to the 2nd Man City goal:— Raj Chohan (@rajsinghchohan) January 4, 2019
Robbo and the rest of the defensive line step up to play Sterling offside.
Lovren decides to stay back on his own, play Sterling onside & City score. Not much the rest of the team can do about it,when they have 1 teammate who is that brainless pic.twitter.com/W46mwn1FKk
Melawan Manchester
City, cukup tampak Lovren kehilangan kendali. Lovren kerap keteteran untuk
mengantisipasi pergerakan dari Augero. Gol pertama City merupaka buah lemahnya
marking Lovren terhadap Augero sehingga memberikan ruang tembak.
Begitu juga
gol kedua. Entah dimana Lovren ketika itu. Upaya Trant Arnold menutup ruang
gerak Augero menyebabkan winger City, Sane memiliki ruang gerak untuk melakukan
penetrasi.
Seharusnya,
Lovren miliki tugas untuk melakukan marking terhadap Augero yang bergerak pada
zona tanggungjawan Lovren. Namun tampaknya, hal tersebut tak dijalankan dengan
baik.


0 Response to "Ini Titik Lemah Liverpool yang Menyebabkan Kalah dari Manchester City"
Post a Comment